Football, Drugs, Rock ‘N Roll Sebuah film ditunggu-tunggu bagi penikmat film dunia, khususnya Inggris. Sebuah potret yang diambil dari novel klasik karya Kevin Sampson. Tentang cerita anak muda berumur 19 tahun bernama Paul Carty (Nicky Bell), anak muda; karyawan sipil yang menghabiskan waktu dan uangnya di club, menonton konser, membeli rekaman dan menonton bola. + Carty pun bertemu kesekian kalinya dengan Elvis di sebuah gig Echo and The Bunnymen. Mereka menjadi akrab dan ini membuka jalan bagi Carty untuk bisa gabung ke The Pack. Namun bergabung dengan The Pack tidak seindah yang dibayangkan. Ia pun terjebak dalam dunia kelam penuh dengan kerusuhan, darah dan narkoba. Liar, seksi dan lucu, tiga kata yang tepat menggambarkan hubungan Cary dan Elvis, juga keseluruhan film ini. Sebuah film yang memotret sedikit kehidupan masa muda akhir 70-an yang mencari identitas kedewasaan. Diiringi oleh energi dari band-band postpunk macam Joy Division, Echo and The Bunnymen, Ultravox, The Cure sampai The Rascals. Pastikan kamu nggak melewatkan film ini karena menurut sejarah, Awaydays adalah film layar lebar pertama yang menampilkan setting dan munculnya fesyen kasual sepakbola. Seperti sebuah perpaduan yang cantik dari Quadrophenia, Control, This Is England, Trainspotting dan Catcher In The Rye, Awaydays benar-benar menampilkan hooliganisme dan barbarianisme dalam bentuk yang fun. Semua film di review ini bisa kamu tonton di ajang Europe On Screen yang akan digelar tanggal 30 Oktober – 29 November di beberapa kota di Indonesia, dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan sampai Makassar. Wahyu/Trax Magazine, Oktober 2009 |
|||||
|
|||||