Sebanyak 64 sekolah menengah di Indonesia kini telah ditunjuk sebagai sekolah ‘internasional’. Sekolah-sekolah tersebut mulai menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam mata pelajaran selain Bahasa Inggris. Akan tetapi, para guru merasa belum yakin pada kenyataannya nanti akan seperti apa mengingat kapasitas Indonesia yang belum mapan untuk mendukung program seperti ini. Mereka juga mempertanyakan sebenarnya apa yang harus dilakukan.
Untuk itulah kami telah mengundang John Clegg, seorang pakar pendidikan Bahasa Inggris menengah dari Inggris, dan Debbie Singh dari British Council Malaysia yang memiliki pengalaman luas dalam bidang ini, untuk menekan permasalahan dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam simposium satu hari untuk 36 orang staf Kementrian Pendidikan, para pengajar tingkat propinsi dan para kepala sekolah. Simposium ini dilanjutkan dengan lokakarya dua hari untuk para pengajar untuk membantu mereka mendapatkan keahlian yang diperlukan untuk menerapkan pendidikan dalam Bahasa Inggris menengah dalam kelas.
Pelatihan guru, pengembangan materi dan dukungan pemerintah yang berkesinambungan merupakan tantangan yang tengah dihadapi sekaligus menjadi faktor penentu keberhasilan yang harus ada. Hal ini terungkap dalam umpan balik para peserta lokakarya.
Acara ini merupakan bagian dari proyek regional British Council, yaitu Primary Innovations, yang bertujuan untuk mendukung agenda perubahan dalam pendidikan Primary English di sembilan Negara di regional Asia Tenggara. Penelitian oleh John Clegg dan riset British Council dalam Content and Language Integrated Learning in the East Asia region akan lebih mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian ini juga akan membekali Dinas Pendidikan dengan kemampuan untuk memutuskan mekanisme serta tempo dalam menerapkan kebijakan, jika kebijakan ini berhasil disetujui.
|