Text only
Read this page in English
 Print this page | E-mail this page| Add to favourites
Edinburgh International Book Festival, image © Rachel Holmes/British Council
Jelajahi Inggris
Orange lozenge left Orange lozenge right
UK In Indonesia
Acara Radio Selector
Visit Britain
Trend UK
Topik terkait
Orange lozenge left Orange lozenge right
encompassculture
Tempat untuk menelusuri buku, bergabung dengan klub buku seluruh dunia, baca dan tulis tinjauan serta ‘mengobrol’.
UNESCO City of Literature
Informasi tentang tujuan Edinburgh sebagai Kota Literatur.
Pesona buku
TrendUK
Edinburgh International Book Festival, image © Rachel Holmes/British Council

Pengunjung belia
Di tengah-tengan gelora pesona iPod, anak muda Skotlandia makin menunjukan minat terhadap dunia perbukuan dan menjadikan pengarang sebagai idola mereka.  Ini semua berkat ketenaran Edinburgh sebagai Kawah Candradimuka-nya literatur. Tahun ini, para penulis dari 35 negara berkumpul untuk mendiskusikan tren literatur di Edinburgh International Book Festival (EIBF). ‘Kami lihat publik di sini sangat haus akan ide-ide.  Mereka juga amat antusias untuk mendengarkan dan juga berbicara dengan para penulis,’ ujar Catherine Lockerbie, direktur wanita ke-lima EIBF yang telah menyelenggarakan acara ini selama enam tahun terakhir.

Daya tarik pengarang
Berita baiknya adalah kaum muda menyukai keikut sertaan mereka dalam aktivitas dan pertemuan kesusastraan serta bertemu muka dengan penulis-penulis ternama.  Separuh dari acara festival tesebut merebut perhatian anak muda – dari anak sekolahan sampai remaja dan muda-mudi.  Catherine Lockerbe senang mereka menganggap EIBF merupakan tempat yang ideal untuk menelusuri literatur baru dari belahan dunia lain.  Tahun lalu sebanyak 12,780 pelajar dari 171 sekolah di seluruh Skotlandia menghadiri 60 acara pengarang.  ‘Profil usia makin menurun dan orang berusia antara 25 dan 44 tahun kini merupakan proporsi terbesar dari pengunjung kami,’  jelas Catherine.

Edinburgh International Book Festival, image © Rachel Holmes/British Council

Kota literatur
Ibu kota Skotlandia sudah sejak lama menjadi kampung halaman bagi pengarang-pengarang terkenal, dari David Hume sampai JK Rowling.  Edinburgh adalah kota pertama yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai City of Literature.  Tujuan penobatan ini adalah untuk ‘menciptakan model internasional untuk jejaring literatur kota-kota seluruh dunia dan untuk membangun kemitraan dengan kota-kota lain dengan profil dan aspirasi literatur yang kuat’.  Festival ini memerankan peranannya dan dengan segera menjadi ‘penangkaran’ literatur bergaya di Inggris. Para penulis tak ternama datang ke festival tersebut dan pulang sebagai sebuah sensasi.  Pada tahun 1997 seseorang bernama JK Rowling membacakan cerita dari buku pertama Harry Potter kepada hanya 30 anak saja.  Pada tahun 1983, Ian Rankin meliput festival buku pertama ini sebagai jurnalis untuk sebuah Koran sekolah.

Apa sebenarnya yang membuat Edinburgh menjadi tujuan utama para penulis?  Menurut Catherini, ‘Well, bisa jadi ada hubungannya dengan wiski.’

Manote
De
sember 2007

The United Kingdom’s international organisation for cultural relations and educational opportunities.
A registered charity: 209131 (England and Wales) SC037733 (Scotland)
Our privacy and copyright statements.
Our commitment to freedom of information. Double-click for pop-up dictionary.

 Positive About Disabled People