‘Seseorang akan belajar lebih banyak dari melakukan perjalanan yang jauhnya ribuan mil dari rumah daripada membaca ribuan buku di rumah.’ Peribahasa Cina.
Beberapa pelajar internasional yang sedang sekolah di Inggris membagi pengalaman meraka dengan kita. Berikut beberapa cuplikan yang menggambarkan betapa tinggal di Inggris telah merubah sudut pandang yang selama ini mereka yakini dan betapa tanpa disangka sebuah peristiwa sederhana membuka mata dan membuat suatu peruhahan pada diri mereka.
Dari lagu rap sampai bacaan Injil ‘Saya menyaksikan adanya semacam ikatan antar manusia saat duduk di bis atau makan siang bersama di Russel Square. Misaknya sekelompok remaja menyanyikan lagu rap bersama-sama atau seorang ibu membacakan ayat-ayat dari Injil dalam bahasa Spanyol kepada anak lelakinya yang masih kecil. Semua ini adalah kekayaan yang didapat dari hidup di sini, lebih berharga daripada monumen atau musium karena begitu nyata dan begitu mencerminkan kenyataan sudut-sudut kota bagaikan wajan yang didalamnya terpadu budaya, perbedaan dan kemanusiaan.’ Tesmer (USA)
Macam-macam cara memasak telur ‘Tahukah kami bahwa kamu bisa merebus, mengorak-arik atau mendadar telur? Waktu saya kena giliran masak sarapan untuk teman kos mereka mengajari saya bagaimana caranya.’ Zack (Zambia)
‘Saya tidak tahu di sini mereka menyetir di sebelah kiri… Aksen orang Skotlandia hampir membuat saya percaya bahwa saya telah mempelajari Bahasa Inggris yang salah. Juga, saya melihat sendiri para wanita sedang merokok dengan nikmatnya, sesuatu yang hampir tabu untuk dilakukan di kampung halaman saya.’ Amos (Nigeria)
‘Ada harian Metro yang dibagikan secara gratis di seluruh Inggris. Saya menolaknya waktu pertamakali saya diberi karena saya pikir mereka menjualnya. Ini menunjukkan betapa orang Inggris menghargai pendidikan dan pengetahuan mereka tentang peristiwa masa kini selalu mutakhir.’ George (Zambia)
Enaknya menjadi pendatang Insting pertama saya waktu datanng ke Inggris adalah berusaha untuk membuat tempat ini senyaman di rumah. Dengan semangat saya mencari teman-teman senasib dan saya selalu berdekatan dengan segala sesuatu yang sudah terbiasa. Akan tetapi saya tidak menyadari bahwa mental seperti itu menghalangi budaya Inggris memperkaya, merubah dan menantang saya. Setelah seminggu berlalu (tidak lebih), saya berkata pada diri sendiri ‘Keluar dari daerah aman ini! Ini sudah berganti musim!.’ Setelah itu, alih-alih berusaha keras menjadikan tempat ini seperti rumah saya, saya mulai berpetualang dan menikmati enaknya menjadi orang asing yang belum tahu apa-apa. Setelah itulah Inggris menjadi tempat yang tidak mudah dilupakan dalam ingatan saya.’ Yumun (USA)
Nelly Januari 2008
|