Text only
Read this page in English
 Print this page | E-mail this page| Add to favourites
Climate4Classrooms (C4C)
Climate Generation Profile

Membekali Juara Iklim dengan Jurus-jurus Tangguh

Jangan pernah memandang rendah orang-orang yang kedudukannya di bawah. Siapa tahu mereka bakal sangat berperan dalam pekerjaan kita di masa depan. Itulah salah satu pelajaran penting yang ditanamkan Joyce Djaelani Gordon kepada sepuluh peserta Pelatihan Manajemen Proyek dan Kepemimpinan untuk Perubahan Iklim (PMLCC Workshop) yang diadakan British Council dan Yayasan Ashoka pada Juni 2010 lalu di Depok, Jawa Barat.

Pesan Joyce, psikolog yang aktif dalam penanganan masalah kecanduan narkotika dan HIV-AIDS di kalangan remaja, mungkin sering terdengar. Namun, ketika pesan itu dibarengi dengan contoh-contoh nyata, peserta pelatihan mengamini sekaligus terilhami. Joyce memang tak bergerak di ranah perubahan iklim, tapi pengalamannya membantu peserta belajar banyak kecakapan mengelola proyek.

Gusti Ayu Fransiska, peserta dari Denpasar, Bali, misalnya, mengaku memetik pengetahuan-pengetahuan praktis yang selama ini tak ia pikirkan, seperti cara mengumpulkan tanda tangan ataupun relawan sebanyak mungkin untuk memulai suatu kampanye. “Kuncinya, networking,” kata Siska, demikian ia biasa dipanggil, yang memimpikan suatu hari dunia mengadopsi Hari Nyepi menjadi World Silent Day sehingga buangan karbon berkurang.

Siska, seperti halnya peserta lain, sudah memulai kegiatan melawan perubahan iklim secara mandiri di lingkungan mereka. Oleh karenanya, pelatihan dirancang agar di kemudian hari kerja para juara iklim baru ini menjadi kian optimal. Salah satu caranya adalah mendatangkan juara-juara iklim tahun sebelumnya.

Silverius Oscar Unggul, biasa dipanggil Onte, misalnya, berbagi cerita tentang SmartWood, industri kehutanan ramah lingkungan di Sulawesi Tenggara. Upaya yang berhasil menyelamatkan hutan sekaligus meningkatkan pendapatan penduduk desa sekitar hutan menjadi empat kali lipat tentu saja menjadi kisah memikat.

“Cerita Bang Onte membuat saya makin tertantang berkiprah di lingkungan,” kata Aqdar Maskur, peserta pelatihan dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang sedang mengembangkan skema kredit bagi petani yang produksinya ramah lingkungan.

Delapan peserta lain, yaitu M. Apip Firmansyah, Laila Nurrokhmah, dan Dino Fitriza (ketiganya dari Bandung, Jawa Barat), Nina Nuraniyah (Bogor, Jawa Barat), Boimin (Malang, Jawa Timur), Budiono (Surabaya, Jawa Timur), Muhammad Ichwan (Tulungagung, Jawa Timur), dan Mesiyarti Munir (Jakarta) juga menunjukkan semangat yang sama dengan Aqdar dan Siska.

Hal ini sangat terlihat pada sesi diskusi setelah salah seorang dari mereka menampilkan proyek yang sedang digarap. Sama-sama mengusung ketahanan iklim, yang dikerjakan sepuluh peserta sangat beragam.

Mulai penggarapan kampanye kesadaran publik, pengolahan makanan laut dengan bahan yang selama ini kurang dilirik, pemanfaatan sampah atau kotoran, sampai pembangunan situs Internet yang memungkin seluruh aktivis lingkungan (pendonor, LSM, media) bisa “berjodoh”.

Keanekaragaman tersebut menguntungkan karena selain mendapatkan pengetahuan baru, setiap peserta bisa mengetahui kelemahan mereka sendiri dan belajar dari rekan mereka. “Dengan diskusi-diskusi itu, saya makin tajam melihat arah pengembangan proyek saya,” kata Dino.

Setelah pelatihan selesai, kesepuluh juara iklim diminta membuat proposal yang akan diseleksi oleh Advisory Board British Council. Dua proyek terbaik akan mendapatkan bantuan dana dari British Council.

Budiono, peserta dari Surabaya, mengatakan bahwa mendapatkan dana tentu menyenangkan, tapi bukan itu yang menjadi obsesinya. “Yang paling penting bagi kami semua justru bagaimana menjadi wirausahawan sosial dalam ketahanan iklim dalam pengertian yang sebenarnya,” katanya. Sungguh sikap juara sejati.

The United Kingdom’s international organisation for cultural relations and educational opportunities.
A registered charity: 209131 (England and Wales) SC037733 (Scotland)
Our privacy and copyright statements.
Our commitment to freedom of information. Double-click for pop-up dictionary.

 Positive About Disabled People