Text only Print this page | E-mail this page| Add to favourites
Seni
Orange lozenge left Orange lozenge right
Kompetisi IYCEY
Orange lozenge left Orange lozenge right
Anugerah Disain IYCEY
Anugerah Film IYCEY
Anugerah Musik IYCEY
Kompetisi IYCEY
Pemenang IYCEY
IYCEY DESIGN AND FILM AWARD 2007 WINNERS

Gustaff Iskandar dan Wahyu Aditya menjadi Jawara Kreatif Indonesia berikutnya yang akan bersaing dalam kompetisi IYCEY Awards 2007 kami di Inggris.

Para juri yang terdiri dari tokoh-tokoh disain dan film terkemuka Indonesia mengumumkan keduanya sebagai pemenang dalam acara CreatiFest! di Blitzmegaplex, 13 Juli lalu.

Lebih dari 300 undangan dari industri kreatif dan pers turut memeriahkan acara seharian yang merayakan kemitraan Indonesia - Inggris di bidang industri kreatif itu.

Gustaff Iskandar (l. 1974) mengungguli sembilan finalis Design lainnya berdasarkan penilaian juri yang terdiri dari Ridwan Kamil (arsitek dan pemenang Indonesia untuk IYCEY Design Award 2006), Irvan Noe’man (perancang dan ketua Indonesia Design Power), dan Amalia E. Maulana, Phd. (pakar marketing strategis Universitas Bina Nusantara)

Gustaff yang seorang seniman media, peneliti, serta direktur Bandung Centre for New Media Arts dan Common Room Networks Foundation, adalah tokoh penggerak dibalik berbagai festival serta lokakarya video, musik, dan media baru di kota Kembang.

Lulusan Seni Murni Institut Teknologi Bandung itu juga menjadi orang yang pertama memetakan industri kreatif Bandung.

Gustaff adalah orang yang langka,” puji Ridwan Kamil. “Ia seorang pemimpin sekaligus agen perubahan. Ia memiliki rekam-jejak yang baik dalam mempelopori tumbuhnya berbagai kegiatan kreatif, khususnya di antara komunitas seni, musik dan disain Bandung.”

Wahyu Aditya (b.1980) --yang tahun lalu meraih tiga besar IYCEY Design dan tahun ini menjadi finalis sekaligus untuk kompetisi Disain dan Film— akhirnya terpilih di antara finalis lainnya sebagai Jawara Film Indonesia, melalui sebuah proses yang cukup rumit.

Sebagai salah satu peserta termuda, peraih berbagai penghargaan film dan animasi itu mengawali karirnya di industri televisi. Ia lalu mendirikan perusahaannya sendiri pada usia 24 tahun.

Adit adalah pendiri dan direktur dari sekolah animasi HelloMotion dan HelloFest –sebuah festival film pendek dan animasi yang menggaet 10,000 penonton muda dan professional setiap tahunnya. Ia secara rutin mempromosikan dan berbagi ilmu tentang seni animasi dengan siswa-siswi di seluruh Indonesia. Adit juga aktif sebagai anggota Asosiasi Animasi dan Konten Indonesia serta Asosiasi Animasi Internasional.

Bagi para juri film –produser Mira Lesmana dan Erwin Arnada serta pakar wirausaha Universitas Bina Nusantara, Toha MS, Adit merupakan sosok wirausahawan sejati.

Ia membuktikan kepada semua orang bahwa kreatifitas bisa menciptakan nilai ekonomis sekaligus menjadi bagian dari sebuah idealisme. Adit menjalankan sekolah HelloMotion dan Festival HelloFest secara bersamaan sebagai sebuah bisnis yang terus tumbuh dan sebagai wujud kepeduliannya terhadap perkembangan kreatifitas di Indonesia,” ujar Mira Lesmana.

Gustaff dan Adit mengikuti jejak Yoris Sebastian, Ridwan Kamil dan Leo Rustandi (IYCEY Music 2007), sebagai Jawara Kreatif Indonesia keempat dan kelima yang bergabung dalam program industri kreatif 2006-2009 kami.

Christian Duncumb, mewakili direktur, menjelaskan tentang komitment BC untuk membantu pengembangan ekonomi kreatif Indonesia.

Menyusul keberhasilan para Jawara Kreatif tersebut di tahun 2006, Indonesia kini menjadi satu-satunya negara yang mendapat jatah untuk besaing di empat ajang kompetisi IYCEY Awards (Musik, Disain, Film dan Fesyen).

Jawara keenam –dari bidang Fesyen— akan segera bergabung awal September ini. Pada acara malam itu, mbak Retno Murti, Direktur Brand Development majalah fesyen terkemuka Dewi, secara resmi mengumumkan peluncuran kompetisi IYCEY Fashion Award 2007 yang digelar atas kerjasama British Council dan grup media Femina mulai 16 Juli ini.

Yoris, Ridwan dan Leo yang malam itu juga meluncurkan proyek-proyek mereka pasca-IYCEY, tampak penuh semangat. “Ada enam Jawara Kreatif saat ini,” ujar Yoris. “Bayangkan kekuatan yang kini terhimpun untuk mendorong industri kreatif Indonesia.”

Semangat itupun seperti menular ke mana-mana. The Jakarta Post, memuat berita tentang IYCEY Awards di halaman muka mereka.

Kompas,  menulisDi tengah citra negara Indonesia yang belum menggembirakan di mata internasional, kesempatan emas ini tentu tidak akan disia-siakan. Apalagi, bangsa Indonesia juga mewakili warisan kekayaan kreativitas. Belajar dari Inggris yang terpuruk industri manufakturnya tahun 1990-an, tidak lantas menghancurkan ekonomi negara itu. Kebangkitan ekonomi justru dilihat dengan mengembangkan potensi mereka, industri kreatif.”

Gustaff bertolak ke London dan Glasgow September ini untuk mengikuti ajang IYCEY Design Award. Ia akan mengikuti pameran 100% Design Show, bertemu dengan tokoh-tokoh disain Inggris, serta membangun jaringan dengan para Jawara Kreatif lainnya dari  Argentina, China, Estonia, India, Nigeria, Poland, Slovenia, Thailand and Venezuela.

Wahyu Aditya akan ke Inggris bulan Oktober untuk bersaing di IYCEY Film Award. Ia akan berpartisipasi pada London Film Festival mengunjungi industri film dan televisi Inggris, serta bertemu dengan Jawara Kreatif lainnya dari Brazil, China, Georgia, India, Lebanon, Lithuania, Nigeria, Poland, and Slovenia.

Para Jawara Kreatif dari berbagai negara itu akan bersaing untuk merebut hadiah £7,500 yang bisa dipergunakan untuk belajar di Inggris, mengembangkan bisnis, membuat lokakarya atau membangun kerjasama dengan Inggris.

IYCEY Awards 2007 didukung oleh Universitas, Bina Nusantara, Blitz Megaplex, Hewlett-Packard, Grand Kemang Hotel, Monik Clothing, Metro TV, Femina Group, Visual Arts, Business Week, SWA Sembada, Hard Rock FM, Trax FM, I Radio, Cosmopolitan FM, Laras, Behind the Screen, dan Majalah Mu-phi.

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut atau telepon +62 21 515 5561.

The United Kingdom’s international organisation for cultural relations and educational opportunities.
A registered charity: 209131 (England and Wales) SC037733 (Scotland)
Our privacy and copyright statements.
Our commitment to freedom of information. Double-click for pop-up dictionary.

 Positive About Disabled People